Epikuros

Epikuros


Inti Filsafat Epikuros
Oleh:
Hardi
Pemikiran Suami menandakan bahwa Filsafat tentang pemikiran Yang dijalankan Diposkan oleh Epikuros adalah Filsafat kebahagiaan Artikel Baru menekankan PADA kebahagiaan secara batin sehingga Akan menjadi bahagia secara batin Yang dianggap sebagai kebahagiaan teritnggi. Bahasa Bahasa Dari pemikirannya, terlihat bahwa etika Epikuros adalah etika teleologis di mana kebahagiaan berupa kesenangan (sebagai kondisi ketiadaan Bahasa Bahasa Dari penderitaan) adalah sebagai tujuan Hidup (sebagai bentuk penyelamatan). Perbedaannya adalah bahwa jika Aristoteles memandang kesenangan bukanlah nilai per saham Yang tertinggi, Yang dapat diupayakan Aristoteles memandang kesenangan bukanlah nilai per saham Yang tertinggi, Yang dapat diupayakan manusia (sebagai sesuatu Yang harus diraih) tetapi terletak Dalam, suatu TINDAKAN Yang merealisasikan kemampuan atau potensialitas Khas manusia (manusia mencapai kebahagiaan Artikel Baru mengembangkan Diri Dalam, perealisasian hakikinya kekuatan-kekuatan ), Maka Aristoteles SAYA kira lebih yang universal Yang Ketimbang etika Epikuros KARENA menyangkut pelbagai tindakan Hal Yang dianggap sebagai suatu upaya pengembangan Diri, sedangkan etika Epikuros lebih Spesifik, yakni PADA tindakan Mengolah Rohani Artikel Baru tepat agar mendapat kebahagiaan Yang permanen. Etika Yang terakhir inisial lebih cocok ditujukan kepada TIAP-TIAP manusia secara individu, di mana dirinya dapat berlatih suatu seni Hidup Macam inisial.
Ada pun nilai sisial untuk per saham-nilai per saham, Aristoteles lebih eksplisit menyatakan bahwa pengembangan Diri Yang memucat Ultim adalah ketika seseorang dapat merentangkan Diri (Realisasi) PADA pada dimensi sosialitasnya PADA Kehidupan Bersama Artikel Baru orangutan berbaring di Dalam, polis (Kehidupan Bersama) Dan memperoleh kesempurnaan apabila menemukan KESESUAIAN ANTARA tindakan Diri seseorang Artikel Baru komunitasnya. Sedangkan Epikuros MENURUT SAYA kurang eksplisit (SAYA HANYA Sendiri menemukan Satu Sumber Saja Yang berbicara tentang tindakan altruistik terhadap Teman sebagai suatu bentuk kesenangan juga di ANTARA kesenangan privatistik TOTAL, artinya bahwa SIKAP altruistik terhadap Teman bukanlah tindakan Yang memucat Ultim seperti Yang diungkap Aristoteles).

Referensi
Craig, Edward,  Routledge Encyclopedia of Philosophy , London Dan New York, tahun 1998, Vol.3.
Copleston,  A History of Philosophy , London: Burns Tanggal / Cuci Bourne, 1946.
De Vos, Dr H.  Pengantar Etika , Tiara Wacana, Yogyakarta, 1969.
O'Connor, OJ, Ed.,  Sejarah Kritis Filsafat Barat , The Free Press, New York, London, 1964.
Suseno, Frans Magnis,  13 Tokoh Etika, Sejak Zaman Yunani SAMPAI Abad Yang yang ke-19 , Kanisius, Jakarta.
---------,  13 Model Pendekatan Etika,  Kanisius, Yogyakarta, 1998.






No comments:

Post a Comment

Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top