Peran Guru dan Orang Tua

Peran Guru dan Orang Tua


Oleh : Hardi

Perubahan dalam setiap kehidupan mereflesksikan adanya sebuah pemahman dalam hidup yang sering kali membuat pertentangan dalam menjalani hidup ini. Hal serupa seperti yang terjadi dalam sebuah kehidupan keluarga yang merupakan sebuah sarana untuk pendidikan yang pertama sebelum menginjak dalam kehidupan yang selanjutnya.  Hal ini seperti pemikiran yang dilontarkan oleh John Luck yang memandang bahwa kehidupan tahab awal merupakan sebuah tempramen yang  menggambarkan akan adanya sebuah pemahman yang mengundang kontroversial sehingga dalam pengamatan ini dia mengusung sebuah pemikiran bahwa hidup ini adalah sebuah kertas putih. sehingga dalam pemahaman selanjutnya dia menganalogikan sebagai sebuah pokok pemikiran yang manandakan adanya sebuah perkembangan psikologi anak untuk mengembangkan kepribadian mereka seseuai dengan tahap motorik yang dilewatinya. 
Sejalan dengan pemikiran ini bahwa untuk mendapatkan sebuah pemahaman yang komprehensif tentang perkembangan anak ini dia sering menyebutkan dengan istilah "Tabularasa" karena pada dasarnya kepribadian anak untuk menuju perkembangan yang optimal harus mengalami serangkaian pemhaman yang dialaminya baik itu ada sebuah campurtangan secara ekologi maupun adanya campur tangan yang dipengaruhi oleh lingkungan. Sejalan dari pemikiran ini mendapatkan sebuah pokor pemikiran bahwa untuk mendapatkan adanya sebuah pemahaman yang baru tentang dunia anak para pakar pendidikan menemukan adanya sebuah metoda bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal seorang guru harus menjadi wakil orang tuanya dirumah. untuk itulah dalam menjalankan proses pembalajaran ini perlu adanya sebuah pemaknaan bahwa dalam menjalani proses seseorang harus berhasil menjadi sebuah wakil yang nantinya mampu menghantarkan anak itu menjadi baik dalam proses perjalanan hidupnya. 
Seiring dengan pemahaman ini perlu adanya sebuah penarikan kesimpulan bahwa untuk mendapatkan hal yang terbaik dalam mendidik anak peran serta guru dan orang tua sangatah dominan. Hal ini terkait dengan adanya sebuah pemahmana yang sangat mendasar bahwa untuk mendapatkan pemahman jini dia harus belajar menjadi orang tua bai itu orang htua dirumah maupun  manjdaiorang tua yang ada disekolah. Perjalanan sang waktu sangatlah tidak berimbang dalam menjalankan pemahman dan khayalan yang terlalu membumbung tinggi. Karena pada kenyataannya banyak dari mereka terutama orang tua sangatlah menggantungkan dirinya dan keadaan muridnya tentang menemukan nilai yang sangat bagus akan tetapi mereka sangatkah memenukan adanya sebuah bahan yang menemukan bahwa untuk mendapatkan sesuatu mereka harus menyalahkan gurunya sebagai pendidik yang salah karena mereka banyak menuntu padahal orang tua ini kurang mendapatkan pemahmaan yang sebenarnya tentang keadaan muridnya disekolah. Dan dalam  hal ini dia banyak menggali dan mengeksplorasi tentang pembuatan nilai yang lebih menemukan nilai angka dari pada nilai kualitas yang mencerminkan tingkat keberhasilan anak itu. 
Pada kenyataannya menunjukan adanya sebuah sindrom pada anak yang sering kali menjadi beban dalam  anak itu yang mendapatkan sebuah kelelahan batin yang menjadikan anaka itu menjadi merasa bersalah dan canggung dalam menjalankan proses belajar mengajar disekolah. Selain itu, pada perkembangan selanjutnya adanya sebuah pemaknaan bahwa anak itu harus belajar mandiri yang tidak hanya mengandalkan anjuran dari guru atau orang tua yang ada dirumah.  








No comments:

Post a Comment

Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top