KONSEP SAKTI DEWA DALAM HINDU

KONSEP SAKTI DEWA DALAM HINDU





OLEH :
Untung Suhardi


           Menjadi pencipta dari berbagai bentuk dalam alam ini. Tuhan harus dapat berubah bentuk untuk menyenangkan pemujanya. Terlebih lagi, Tuhan tidak dapat dikatakan hanya memiliki satu bentuk atau nama tertentu karena akan membatasi kekuatannya yang pasti. Inilah mengapa hindu memuja berbagai nama dan bentuk tuhan. Tidak ada nama atau bentuk yang lebih baik atau lebih buruk dari yang lainnya karena semuanya itu adalah manifestasi dari Tuhan. Pemikiran ini lebih lanjut lagi dijelaskan dalam doktrin Atharva Veda:"Ia adalah satu, Kesatuan itu sendiri, Dalam dirinya semua Dewa-Dewi adalah dirinya sendiri".

            Memuja bentuk tertentu dari Tuhan tidak membatasi atau bertentangan dengan memuja bentuk lain dari Tuhan. Logika ini mudah dimengerti dengan mempergunakan analogi sementara: ketika kita bekerja di kantor kita memakai jas dan dasi atau baju kantor. Ketika kita bekerja disekitar rumah kita,kita memakai celana pendek dan mungkin T-shirt. Ketika main tenis kita memakai pakaian olahraga, dan lain sebagainya. Intinya dalam semua kegiatan itu, Orangnya adalah sama, hanya pakaiannya yang berbeda untuk melakukan berbagai tugas. Ketika seorang pemuja memilih satu bentuk Tuhan, Dewa yang terpilih disebut dengan ista-deva atau ista-devata. Ista-deva ini menjadi obyek dari cinta pemuja dan pujian, memuaskan kerinduan sepiritualnya. Dalam naskah veda kuno sebuah usaha untuk memperbaiki jumlah dewa menjadi 33.ke-33 dewa dewi ini dibagi menjadi tiga kelompok yang beranggotakan sebelas. Satu kelompok berhubungan dengan swarga, kelompok yang kedua berhubungan dengan bumi, dan yang ketiga berhubungan dengan air dan atmosphere. Pemimpin dari kelompok pertama adalah Dewa surya, pemimpin dari kelompok yang kedua adalah Dewa agni, dan pemimpin yang ketiga adalah Dewa indra. Kemudian jumlah dewa-dewi itu berkembang menjadi 33 (330 juta), tetapi semuanya memiliki makna simbolis. (Titib, 1998). Berangkat dari uraian tersebut, maka yang menjadi masalah pada penulisan ini adalah tentang adanya konsep dewi dalam Hindu  yang sering disalah artikan sebagai konsep pemujaan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Selengkanya : Klik Disini



No comments:

Post a Comment

Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top