Perkawinan dalam Hindu

Perkawinan dalam Hindu


Oleh : Hardi

Didalam ajaran Hindu terdapat empat tahapan kehidupan yaitu Brahmacari (Masa menuntut ilmu), Grahasta (berumah tangga), Wanaprasta (sudah mulai meninggalkan duniawi atau masa pensiunan) dan Sanyasin (Sudah bebas dari ikatan duniawi). Masa perkawinan ini berarti telah memasuki masa Grahasta yang harus dialami oleh semua orang untuk melanjutkan keturunannya dan dapat menyelamatkan ornag tuanya. Setiap orang yang akan melaksanakan perkawinan harus menyadari arti dan nilai perkawinan bagi kehidupan manusia. Sehingga nilai itulah yang menjadi landasan dasar kehidupan suami istri sesudah perkawinan itu dilaksanakan. Perkawinan menurut ajaran Hindu adalah Yajna, sehingga seorang yang memasuki ikatan perkawinan akan menuju gerbang grhasta asrama yang merupakan tahapan suci yang harus dijaga eksistensinya.
Berkaitan dengan kehidupan sosial keagamaan didalam kehidupan bermasyarakat terdapat sebuag fenomena yang sangat sulit sekali dipecahkan, yaitu tentang adanya perkawinan berbeda keyakinan, dalam  hal ini khususnya perkawinan antara orang yang memeluk ajaran Hindu dengan seseorang yang beragama NonHindu. Dengan adanya pernikahan berbeda keyakinan ini seseorang yang beragama Hindu tidak jarang mengikuti pasangan untuk memeluk agama nonHindu. Dengan diangkatnya makalah ini penulis akan lebih menekankan untuk mempertimbangkan dengan jernih untuk tidak mudah mengambil keputusan meninggalkan agama Hindu, karena suatu pertimbangan logika yaitu memilih agama yang dianggapnya tepat yang merupakan hak azazi setiap orang karena dengan alasan duniawi bahkan alasan perkawinan dengan tanpa tidak disadari bahwa keputusan ini akan mneimbulkan masalah dikemudian hari antara lain keturunannya dan khususnya ketika salah satu pasangan itu meninggal dunia. Dipihak keluarga sering terjadi perdebatan bahwa mendiang itu akan dimakamkan dengan cara Hindu atau NonHindu. "Cinta itu buta," begitu kata penyair asal Inggris, William Shakespeare. Ungkapan yang sangat masyhur itu memang kerap terbukti dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, terkadang sampai melupakan aturan agama.





No comments:

Post a Comment

Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top